Mereka, yang datang dari berbagai wilayah, menunggu TMP dibuka sambil berdiri di bawah terik sinar matahari Jakarta. Beberapa warga terlihat membawa payung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mulai membicarakan tentang Habibie, Zahra terlihat menahan isak tangisnya. Menurutnya, Habibie merupakan tokoh yang sangat membanggakan Indonesia. Panas terik pun rela ia hadapi demi datang ke pemakaman tokoh idolanya itu.
Petugas melakukan pengecekan area ucapara pemakaman BJ Habibie di TMP Kalibata. (CNN Indonesia/Aria Ananda) |
Zahra juga mengaku mengizinkan anak perempuannya yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama untuk tidak sekolah pada hari ini demi mengikuti acara pemakaman BJ Habibie.
"Saya sengaja bawa anak saya, untuk menyaksikan momen bersejarah ini, jadi tidak sekolah dulu hari ini," Tuturnya.
"Ya, saya datang ke sini, sudah setengah jam menunggu untuk melihat kepergian beliau," Ujarnya.
Menggebu-gebu, Ade mengungkapkan perasaannya terhadap Habibie yang menurutnya merupakan salah satu tokoh yang sangat diidolakannya di Indonesia.
Liang lahat bagi jasad BJ Habibie di TMP Kalibata. (CNN Indonesia/Aria Ananda) |
Ade pun menjelaskan bahwa dirinya sempat terharu saat mendengar berita tentang wafatnya Habibie di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB.
Di tempat yang sama, warga Palu, Asrul (23), mengaku sosok BJ Habibie menjadi inspirasi baginya saat melaksanakan studi.
Hingga berita ini ditulis, pintu masuk bagi warga yang ingin mengikuti prosesi pemakaman BJ Habibie masih ditutup karena sedang proses sterilisasi area serta gladi resik upacara pemakaman. Rencananya, upacara dimulai pukul Kamis (12/9) siang ini.
[Gambas:Video CNN] (ara) nasional /arh)
Petugas melakukan pengecekan area ucapara pemakaman BJ Habibie di TMP Kalibata. (
Liang lahat bagi jasad BJ Habibie di TMP Kalibata. (