Kepergian Habibie pun meninggalkan duka di segenap bangsa Indonesia. Namun, mangkatnya Habibie pada usia 83 itu meninggalkan sejumlah buah pikiran dan kerja bagi bangsa. Salah satunya The Habibie Center yang ia dirikan setelah tak lagi menjabat presiden RI.
"Sesudah BJ Habibie tidak lagi menjabat sebagai presiden, beliau mendirikan The Habibie Center... The Habibie Center memiliki motto, 'Demokratisasi tak boleh henti'," ujar Wakil Ketua Dewan Pengurus The Habibie Center, Dewi Fortuna Anwar, dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Institusi ini menjadi buah pemikiran beliau untuk ikut menguatkan budaya masyarakat sipil di Indonesia," ujar Dewi Fortuna.
The Habibie Center adalah lembaga yang didirikan Presiden ketiga RI BJ Habibie setelah tak lagi menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha) |
"Bapak Habibie juga dikenal sebagai Bapak Demokrasi Indonesia karena perannya dalam mendorong demokrasi di negeri ini," ujar Dewi.
Dewi memberikan beberapa contoh yakni membuka kebebasan pers, membuka peluang berdirinya partai-partai politik baru, dan menyelenggarakan pemilu
demokratis pertama sejak tahun 1955.
"BJ Habibie juga mendengarkan masukan dari masyarakat sipil tentang pemenuhan hak-hak perempuan dan membantu berdirinya Komnas Perempuan," kata Dewi Fortuna seraya melayangkan duka cita atas mangkatnya Habibie.
[Gambas:Video CNN] (kid)
The Habibie Center adalah lembaga yang didirikan Presiden ketiga RI BJ Habibie setelah tak lagi menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)