Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG Myrna A Safitri mengatakan, sumur bor fiktif yang disangkakan Walhi tersebut bukan dibuat oleh BRG dan tidak berada di lokasi kerja BRG. Hal ini diketahui usai tim BRG melakukan verifikasi ke lokasi sumur bor tersebut.
"Kami telah melakukan kunjungan untuk memverifikasi ke lokasi sumur bor yang dimaksud pada 11 September 2019. Hasilnya sumur bor fiktif itu bukan dibuat BRG dan tidak berada di lokasi kerja BRG," ujar Myrna melalui keterangan tertulis, Kamis (12/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Myrna, terdapat perbedaan spesifikasi antara sumur bor yang dibangun UMP dengan sumur bor fiktif yang dituduhkan Walhi.
Selain itu, di samping pipa sumur juga tidak ditemukan lubang pembuatan sumur dan plang penanda sumur bor. Pihaknya justru menemukan bekas semen di sekitar sumur bor fiktif tersebut.
"Jadi sumur bor yang dibangun UMP memiliki tanda-tanda sendiri yang sudah jelas. Tim verifikasi juga sudah mencoba beberapa sumur bor yang dibangun UMP pada 2018 dan dapat berfungsi dengan baik," ucap Myrna.
Walhi sebelumnya menemukan beberapa indikasi BRG sebagai lembaga korup yang tidak memberi sumbangsih pada penanganan karhutla. Menurut Walhi, karhutla bersumber dari kerusakan ekosistem gambut karena titik panas tersebar di lahan-lahan konsesi. Tudingan sebagai lembaga korup ini juga merujuk pada temuan tujuh sumur bor fiktif di Kalteng.
[Gambas:Video CNN] (psp/ain)