BRG Bantah Tudingan Sumur Bor Fiktif di Kalteng

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 12:21 WIB
BRG Bantah Tudingan Sumur Bor Fiktif di Kalteng Ilustrasi kampanye penyelamatan lahan gambut. (ANTARA FOTO/Greenpeace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Restorasi Gambut (BRG) angkat suara menanggapi tudingan tujuh sumur bor fiktif oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) di Kalimantan Tengah. Sumur bor merupakan salah satu infrastruktur untuk membasahi lahan gambut.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG Myrna A Safitri mengatakan, sumur bor fiktif yang disangkakan Walhi tersebut bukan dibuat oleh BRG dan tidak berada di lokasi kerja BRG. Hal ini diketahui usai tim BRG melakukan verifikasi ke lokasi sumur bor tersebut.

"Kami telah melakukan kunjungan untuk memverifikasi ke lokasi sumur bor yang dimaksud pada 11 September 2019. Hasilnya sumur bor fiktif itu bukan dibuat BRG dan tidak berada di lokasi kerja BRG," ujar Myrna melalui keterangan tertulis, Kamis (12/9).


Tudingan ini berawal dari permintaan Walhi agar keberadaan BRG dievaluasi karena dianggap tak berkontribusi pada penanganan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu Walhi juga menemukan tujuh sumur bor fiktif di Kalteng.
Myrna menyebut tujuh sumur bor fiktif ini terletak di Desa Henda, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. Dari hasil verifikasi BRG, lokasi sumur bor itu ternyata berada di luar titik pembangunan sumur bor yang dikerjakan lembaga pelaksana yaitu Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP).

Menurut Myrna, terdapat perbedaan spesifikasi antara sumur bor yang dibangun UMP dengan sumur bor fiktif yang dituduhkan Walhi.

"Pada sumur bor fiktif ini pipa yang ditancapkan di dalam tanah adalah bekas plang penanda sumur, bukan pipa untuk sumur yang biasa digunakan," katanya.

Selain itu, di samping pipa sumur juga tidak ditemukan lubang pembuatan sumur dan plang penanda sumur bor. Pihaknya justru menemukan bekas semen di sekitar sumur bor fiktif tersebut.
Myrna menuturkan, sumur bor yang dibangun UMP mestinya memiliki spesifikasi berupa plang penanda sumur, memakai pipa PVC AW1 dan galvinis, ada bekisting atau cetakan sementara untuk menahan beton, dan ada elbow (siku).

"Jadi sumur bor yang dibangun UMP memiliki tanda-tanda sendiri yang sudah jelas. Tim verifikasi juga sudah mencoba beberapa sumur bor yang dibangun UMP pada 2018 dan dapat berfungsi dengan baik," ucap Myrna.

Walhi sebelumnya menemukan beberapa indikasi BRG sebagai lembaga korup yang tidak memberi sumbangsih pada penanganan karhutla. Menurut Walhi, karhutla bersumber dari kerusakan ekosistem gambut karena titik panas tersebar di lahan-lahan konsesi. Tudingan sebagai lembaga korup ini juga merujuk pada temuan tujuh sumur bor fiktif di Kalteng.

[Gambas:Video CNN] (psp/ain)