Erma menyampaikan pihaknya tak bisa membuat keputusan yang menyenangkan semua pihak. Namun ia mengklaim keputusan jajaran baru KPK adalah yang terbaik.
"Ya biasalah, namanya pemilihan ada pro kontra, kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang. Saya udah bilang, lima pimpinan ini komposisinya paling baik, sesuai undang-undang," kata Erma setelah penetapan lima komisioner KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/9) dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap Firli dkk bisa menjalankan rencana yang sudah dipaparkan di uji kepatutan dan kelayakan. Erma juga menegaskan tugas mereka adalah melaksanakan aturan yang akan berlaku.
Di kesempatan yang sama, Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin meminta masyarakat menyudahi pro kontra terkait pemilihan Firli
Sebelumnya, setelah melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan, Komisi III DPR menggelar voting untuk memilih lima dari sepuluh capim KPK.
Lalu terpilih Firli Bahuri dengan 56 suara, Alexander Marwata 53 suara, Nawawi Pomolango dengan 50 suara, Nurul Ghufron dengan 51 suara, dan Lili Pintauli Siregar yang mendapatkan 44 suara.
Firli dipilih menjadi Ketua KPK melalui diskusi tanpa voting. Bahkan pemilihan dilakukan lewat rapat tertutup yang durasinya hanya sekitar lima menit. (dhf/eks)