Menurut Agung, kehadiran Jokowi akan mendorong upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menjadi lebih proaktif.
"Kita minta Pak Jokowi turun melihat kondisi masyarakat Riau. Kadang-kadang kalau Presiden Jokowi turun, asapnya ini bisa hilang (karena mereka lebih ekstra bekerja)," ucap Agung di Pekanbaru seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terkait wacana penyediaan ruangan steril di DPRD Riau untuk masyarakat, Agung mendorong agar rencana itu dapat terealisasi. Wacana ini mencuat dari usulan sejumlah anggota dewan. Ia juga mengusulkan keberadaan tenaga medis di ruangan tersebut jika diperlukan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya www.bmkg.go.id menempatkan kualitas udaraKota Pekanbaru, Riau dengan kategori berbahaya. Hal ini tak lepas dari kabut asap karhutla yang masih menyelimuti wilayah Sumatra.
Bahkan di Pekanbaru, saking pekatnya kabut asap, masayarakat tak dapat melihat Jembatan Siak IV. Seolah hilang dari pandangan.
"Benar-benar nggak kelihatan Jembatan Siak IV, bang. Ini kabut asap berarti sudah parah sekali," kata Rudi (27), seorang warga Pekanbaru, Jumat (13/9) seperti dilansir Antara.
Jika ditarik garis lurus di Sungai Siak, jarak dua jembatan tersebut diperkirakan sekitar 500 meter. Namun, pada hari ini Jembatan Siak IV seakan ditelan jerebu atau asap karhutla.