Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, dialog berjalan sekitar dua jam. Dimulai pada pukul 19.00 hingga 21 WIB. Dalam pertemuan hadir Istri Alm Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid dan dua anaknya, yaitu Alissa Wahid serta Anita Wahid.
"Kami ingin (hari ini) semacam silaturahmi, berdiskusi bersama terkait situasi Papua. Bagaimana mengenang cara-cara Gus Dur ketika Papua itu dalam situasi tertentu," kata salah seorang Mahasiswa Papua Agustinus Kamboya yang hadir dalam pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dialog itu baik, hanya saja tidak menyentuh." imbuhnya.
Ia pun berpikir agar publik tidak sembarang dalam menilai sikap masyarakat Papua yang menuntut adanya kemerdekaan melalui referendum.
"Jangan takut kalau mereka masih ada yang menyuarakan mau merdeka, mau referendum, ikuti saja prosesnya," kata Yenny kepada wartawan setelah pertemuan.
Menurut Yenny, salah satu hal kecil yang dapat dilakukan adalah dengan menampilkan lebih banyak anak Papua dalam layar kaca, seperti menjadi bintang iklan. Hal ini berpengaruh dalam membuat warga Papua menjadi bagian dari Indonesia.
"Kalau wajah mereka tidak ditampilkan sebagai perwakilan dari komunitasnya, bagaimana mereka bisa berpikir menjadi bagian dari masyarakat," imbuh Yenny
Selain itu, usaha lain yang harus dilakukan adalah dengan menghentikan lingkaran kekerasan di wilayah Papua dan mengembalikan kondisi Papua menjadi normal.
"Itu hal yang menjadi prioritas," tegasnya. (mjo/eks)