Nazir membandingkan kebakaran hutan dan lahan yang membabat Indonesia pada 2018 'hanya' 500 ribu hektare dan 110 ribu hektare di 2017. Ia membandingkan di saat yang sama hutan dan lahan yang terbakar di Amerika Serikat 3,5 juta hektare di 2018 dan 4 juta hektare pada 2017.
"Jadi saya mau bilang kita masih beruntung karena kita masih di jalur yang benar. Hasilnya, memang kita harus sabar, gambut kita masih butuh pemulihan, masih butuh menunggu. Baru 3,5 tahun, harus puluhan tahun," kata Nazir di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memaparkan tiga program besar yang diusung BRG sejak 2015 hingga habis maaa kerja pada 2020, yakni pembasahan atau rewetation (R1), penanaman kembali atau revegetation (R2), dan revitalization (R3).
Nasir menyampaikan restorasi gambut perlu waktu puluhan tahun. Ia mencontohkan Jepang yang berhasil memulihkan 300 hektare lahan gambut dalam waktu sepuluh tahun.
"Masih panjang perjalanan, keputusan (soal perpanjanan BRG) ada di Bapak Presiden. Harapannya memang masih ada lembaga kuat yang berwenang untuk restorasi gambut," ujar dia.
[Gambas:Video CNN] (dhf/evn)