Fahri Hamzah Nilai Pemerintah Amatiran Tangani Karhutla

CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 13:31 WIB
Fahri Hamzah Nilai Pemerintah Amatiran Tangani Karhutla Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai pemerintah pusat bekerja secara amatiran dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan belakangan ini. Akibat karhutla ini, sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan dikepung kabut asap.

"Saya rasa ini amatir lah, para pekerjanya amatir. Harus kerja lebih profesional," kata Fahri saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (16/9).

Lebih lanjut, Fahri mengibaratkan cara memberantas karhutla ini sama seperti memberantas kasus korupsi yang ada di Indonesia. Ia mengatakan baik korupsi dan karhutla tak akan bisa selesai bila ada yang salah dengan sistem.


Ia menyarankan agar pemerintah lebih menggencarkan upaya pencegahan dan penindakan karhutla agar kejadian itu tak berulang kembali.

"Gimana pencegahan dan penindakannya. Karena itu saya rasa ada kelemahan cara kerja. Karena itu presiden harus evaluasi pejabat yang kerja di sektor ini, kenapa bisa terjadi," kata Fahri.
Tak hanya itu, Fahri sempat bercerita pengalamannya mengunjungi sebuah laboratorium lingkungan hidup di California, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Kala itu, ia mengatakan laboratorium itu bisa mendeteksi pohon-pohon yang ditebangi di seluruh dunia ini melalui satelit.

Ia pun berharap nantinya Indonesia memiliki alat mitigasi semacam itu guna mencegah terjadinya karhutla yang kerap hadir di musim kemarau.

"Jadi kalau kita di Indonesia punya alat mitigasi yang bener. Api masa nggak bisa kita baca, kayu aja yang ditebang bisa disensor oleh satelit. Masa api nggak bisa dilacak," kata dia.
Melihat hal itu, Fahri meminta agar Presiden Joko Widodo bisa bersikap tegas terhadap para pembantunya yang mengatasi persoalan karhutla saat ini. Ia bahkan menyarankan Jokowi bisa memecat para pembantunya yang tak becus mengatasi persoalan tersebut.

"Tapi bentar lagi presiden kan ganti tim, ya ganti lah tim yang lebih profesional, jangan yang itu-itu aja. Kalau orang yang sama suruh kerja, kerjaannya nggak selesai-selesai ya dipecat. Harus ada time limit. Rakyat uangnya terbatas," kata Fahri.

[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)