Robikin mengatakan peristiwa karhutla yang terjadi belakangan telah berdampak serius bagi lingkungan karena menimbulkan kabut asap dan memusnahkan ekosistem.
"Di berbagai wilayah, NU menyerukan dan mengajak serta masyarakat muslim untuk melakukan Salat Istisqa. Memohon pertolongan Allah SWT dengan melakukan salat dua rakaat agar diturunkan hujan," ujar Robikin melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelbagai pendekatan perlu dilakukan, termasuk penegakan hukum di bidang hukum pidana, lingkungan hidup, dan administrasi," katanya.
"Imparsialitas hukum harus diwujudkan terhadap pembakar hutan. Politik belah bambu dalam penegakan hukum tidak boleh terjadi, satu diinjak yang lain diangkat. Bilah hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas terhadap pembakar hutan juga harus dibuktikan sebagai sesuatu yang tidak benar," ucapnya.
Karhutla yang terjadi di Riau dan Kalimantan hingga kini masih belum berhasil dipadamkan. Musim kemarau yang belum berakhir membuat sebaran api yang melahap hutan dan lahan semakin cepat menyebar.
Kualitas udara di wilayah Riau masih belum membaik sepenuhnya akibat asap pekat kebakaran hutan dan lahan. Jarak pandang yang terganggu dan kualitas udara yang buruk masih menyelimuti wilayah Riau.
[Gambas:Video CNN] (psp/dal)