"Ayah saya dirawat di Bali sejak 18 Agustus lalu karena edema paru yang disebabkan oleh melemahnya daya dorong jantung beliau," kata Wira saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (16/9) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam cuitan Twitter akhir bulan Juli, HS Dillon berkomentar mengenai kesejahteraan petani. Wira mengungkapkan bahwa semasa hidup ayahnya selalu menaruh perhatian kepada petani.
Terkait pemakaman, Wira menuturkan kalau pihak keluarga masih memikirkan tempat persemayaman terakhir.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia (AII) Usman Hamid mengonfirmasi kepergian Harbrinderjit Singh Dillon. Dia menyatakan bahwa istri HS Dillon memberi amanat kepada dirinya untuk menyebarluaskan berita duka.
Usman mengatakan HS Dillon merupakan sosok yang menaruh perhatian kepada pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). Menurut dia, HS Dillon sangat kritis terhadap jalannya pembangunan yang tidak memerhatikan penghormatan HAM dan pelestarian alam.
[Gambas:Video CNN] (ryn/arh)