Quraish menyampaikan satu dari tiga hal itu adalah emosi keagamaan. Hal itu disebut berbahaya karena bisa membuat orang beragama menerobos ajaran agamanya sendiri.
"Emosi keagamaan yang meluap-luap. Emosi keagamaan yang melampaui batas tidak jarang mengundang yang berpengetahuan agama pun menjadi tidak adil, bersikap bagaikan bertentangan dengan ajaran agama," ujar Quraish dalam Forum Titik Temu: Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan di DoubleTree Hilton Hotel, Jakarta, Rabu (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang mencintai Tuhan tidak akan cepat marah. Orang yang mencintai Tuhan bahkan tidak marah melihat kemungkaran di depan matanya karena ia memandang ada rahasia Tuhan di balik itu," ucap Quraish.
"Kesalahpahaman terhadap ajaran agama menjadikan orang enggan membantu orang yang berbeda. Bahkan orang enggan menyampaikan basa-basi. Padahal memberi bantuan apapun tidak terlarang oleh agama-agama untuk diberikan yang tidak seagama," ucap dia.
Dalam acara itu, hadir pula sejumlah nama seperti Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Tri Sutrisno, Omi Komaria Nurcholish Madjid, dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.
[Gambas:Video CNN] (dhf/dal)