"Secara konsisten giveaway ini kami temukan dengan hadiah masing-masing dapat Rp50.000. Sehingga banyak sekali retweet hashtag masuk jadi trending topic di Twitter," kata Ismail di ITS Tower, Jakarta, Rabu (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata banyak yang turut ikut giveaway ini. Bahkan catatan kami sekitar 517 orang sudah me-retweet dalam waktu yang relatif singkat," ungkap Ismail.
"Itu akan langsung di-capture wartawan semua akan dilihat. Ini menjadi tools mereka untuk memanipulasi publik," ujar Ismail.
Diskusi LP3ES di Jakarta, 18 September 2019. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat) |
"Jadi penggunaan metode ini luar biasa. Untuk sekarang sudah ada disiapkan hashtag #KPKPatuhaturan. Ini semacam kampanye-kampanye opini yang menyebutkan 'sudahlah KPK ikut aturan saja jangan macam-macam'," tutur Ismail.
Terakhir hal yang ditemukan Ismail dalam penelitiannya ialah konsep penggunaan cyber troops giveaway yang dilakukan dan diterima robot itu sendiri. Hal itu dilihat dari rendahnya interaksi yang terlihat dalam akun tersebut.
"Biasanya kalau akun asli interaksinya bakal tinggi, tapi kita menemukan ada sejumlah akun yang memang anonim dan sengaja dibuat," ujar dia.
Siasat ini, kata Ismail, digunakan untuk mendorong akal sehat manusia menyetujui revisi UU KPK. Kemudian KPK dibuat sangat sibuk untuk mengonfirmasi segala hoaks yang beredar di masyarakat sementara revisi UU itu terus berjalan di DPR.
"Ini kita simpulkan ada membangun opini sebagian publik bahwa KPK diragukan dan harus dibersihkan. Goals-nya singkat yakni revisi UU KPK diperlukan dan mendukung capim terpilih," ujar Ismail.
Revisi UU KPK itu telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR dan Pemerintah menjadi undang-undang pada Selasa (17/9). Pengesahan revisi UU KPK itu sendiri tetap dilakukan meskipun kelompok masyarakat sipil yang selama ini dikenal mengawal kegiatan pemberantasan korupsi memprotesnya.
Diskusi LP3ES di Jakarta, 18 September 2019. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)