"Masyarakat sudah taat bayar pajak, taat administrasi kependudukan, partisipasi masyarakat dalam Pemilu meningkat 80 persen berarti kesadaran masyarakat untuk politik tinggi," dalam Pekan Kerja Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (19/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjahjo, yang merupakan politikus PDIP itu, juga berujar Revolusi Mental meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya dalam urusan kebhinekaan.
Di tempat yang sama, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyoroti mental para pemangku kepentingan dan peraturan yang tumpang tindih yang menghambat pembangunan.
"Ternyata banyak peraturan yang menghambat, atau kita sedang bermain dengan aturan karena keinginan kita, untuk kepentingan pribadi, kepentingan golongan, atau kepentingan yang semestinya tidak hadir untuk kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia," ujar dia.
"Revolusi mental harus dilaksanakan karena merupakan instruksi dari Presiden," tutupnya.
Gelaran Pekan Kerja Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental 2019 dilaksanakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Gelaran tahunan ini pernah dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah pada 2017 dan Manado, Sulawesi Utara pada 2018.
Perhelatan kali ini dihadiri beberapa pejabat negara seperti Menteri PAN RB Syafruddin, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, dan Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno.
(dhf/arh)