Menurut dia, mundurnya tiga komisioner KPK membuat legitimasi KPK patut dipertanyakan. Fahri pun meminta tiga orang pimpinan KPK itu tidak mempermainkan lembaga negara.
"Kita tidak boleh menjadikan lembaga negara itu main-main, tiga pimpinan KPK ini sebenarnya memiliki legitimasi moral yang sudah jatuh akibat tindakan sembrono mengundurkan diri dan menyerahkan mandat kepada presiden," kata Fahri kepada wartawan, Kamis (19/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai dipikirkan secara baik apa yang seharusnya menjadi mekanisme dalam keadaan ketika pimpinan baru sudah disahkan oleh DPR, sementara pimpinan lama yang tiga di antaranya sudah kehilangan legitimasi itu masih berada di tempat dalam keadaan yang sudah mengundurkan diri," ujar politikus PKS itu.
"Ada semacam konflik moral yang luar biasa yang seharusnya tidak boleh terjadi di lembaga seperti KPK, lama-lama yang rusak adalah lembaganya karena orang melihat bahwa ternyata di KPK juga masih bisa main-main dan jadi tempat main," tutur Fahri.
"Setelah kami pertimbangkan maka kami pimpinan yang merupakan penanggung jawab KPK dengan berat hati pada Jumat ini, kami menyerahkan pengelolaan KPK kepada Presiden," kata Agus, Jumat (13/9).
Saut sebelumnya juga telah menyampaikan pesan pengunduran diri sebagai pimpinan KPK periode 2015-2019. Pengunduran diri itu disampaikan melalui surat elektronik ke jajaran pegawai KPK. Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari juga menyatakan akan mundur dari posisinya. Dia tak ingin bekerja untuk lembaga yang integritas pimpinannya diragukan.
[Gambas:Video CNN] (mts/ain)