"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui keterangan resmi, Minggu (22/9).
Informasi awal menyebut gempa bumi tektonik di Laut Banda pada dini hari tadi, pukul 02.53 WIB, berkekuatan magnitudo 6,4. Namun, selanjutnya dilakukan pemuktahiran menjadi magnitudo 6.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Lemahnya guncangan di sekitar pusat gempa disebabkan karena hiposenternya di kedalaman menengah dan aspek batuan keras pulau-pulau di sekitarnya, sehingga guncangan dapat diredam.
"Terjadinya deformasi batuan sebagai pemicu gempa di kedalaman lebih dari 70 km di zona ini memberi petunjuk kepada kami bahwa proses subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia di bawah Laut Banda masih aktif," tandas Daryono.
[Gambas:Video CNN] (bir)