"Pulang lebih cepat karena adanya aksi demonstrasi," kata Agustina, seorang guru Sekolah Dasar di Distrik Abepura, Kota Jayapura, seperti dikutip dari Antara.
Sementara itu, orang tua siswa, Melani, menjemput anaknya ke sekolah karena khawatir demonstrasi menimbulkan gangguan keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Demo di Wamena Rusuh, Kantor Bupati Terbakar |
Melani juga khawatir aksi demonstrasi kembali memicu pemblokiran akses internet di Kota Jayapura dan Papua sebagaimana beberapa waktu lalu.
"Yah, kalau begini pasti internet akan mati lagi seperti tempo hari," katanya.
Aparat keamanan dari Brimob BKO Nusantara, Polda Papua, dan Polres Jayapura Kota telah menyekat Jalan Raya Abepura-Padang Bulan tepat di depan kampus Uncen Bawah.
Wakil Kepala Polda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki dan Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano saat ini berada di sekitar Lampu Merah Abepura, di depan Kantor Wilayah Pos Maluku-Papua, untuk melihat situasi terkini Kota Jayapura.
Demonstrasi untuk menentang tindakan rasialis terhadap mahasiswa Papua di daerah lain pernah dilakukan pada 29 Agustus 2019 di Kota Jayapura. Aksi itu berujung perusakan dan pembakaran banyak fasilitas umum dan memicu pemerintah meliburkan seluruh sekolah selama sepekan.