Teroris di Bekasi Disebut Merakit Bom Panci

CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 17:10 WIB
Teroris di Bekasi Disebut Merakit Bom Panci Penangkapan terduga teroris di Bekasi. (TJAHYADI ERMAWAN/AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menyebut salah satu terduga teroris berinisial H yang ditangkap di Tambun, Bekasi, hari ini (23/9), diduga akan beraksi dengan menggunakan bom panci. Hal tersebut diketahui dari barang bukti yang diamankan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di kediamannya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan barang bukti yang diamankan dari penangkapan berupa senjata tajam, senjata api, serta bahan-bahan yang diduga akan digunakan untuk bom panci.

"Di rumahnya H ada beberapa barang bukti disita Densus 88. Masih didalami berbagai macam senpi, sajam, kelengkapan lainnya, ini panci yang disiapkan merakit bom panci. Ini beberapa bahan-bahan yang diduga akan digunakan bom panci," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.


Dedi mengatakan nantinya barang-barang tersebut akan digabung dengan milik salah satu terduga teroris MA alias Muri yang diamankan di Cilincing, Jakarta Utara.
Diketahui selain H dan Muri, Densus 88 juga menangkap tujuh terduga teroris lainnya. Mereka adalah SN ditangkap di Tambun, Bekasi; AZ ditangkap di Tambun Selatan, Bekasi; IG ditangkap di Tambun Selatan, Bekasi; AR dan istrinya S ditangkap di Tambun Utara, Bekasi; AS ditangkap di Bekasi Utara; dan IG ditangkap di Jakarta Barat.

Mereka merupakan anggota JAD Bekasi yang terkoneksi dengan JAD Bandung. Mereka sedianya akan saling terhubung dan kemudian melakukan amaliah.

"Ini akan digabung dengan yang tertangkap di Jakut. Semua terkoneksi apabila sudah siap merakit bom high explosive baru dia akan melakukan amaliah," tuturnya.

Dedi menambahkan, para terduga teroris itu menargetkan kantor kepolisian dan anggota polisi. Hingga kini Densus 88 masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah anggota kelompok JAD lainnya.


[Gambas:Video CNN] (gst/osc)