Kantor PLN Wamena Dibakar Saat Aksi Massa di Papua

CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 14:31 WIB
Kantor PLN Wamena Dibakar Saat Aksi Massa di Papua Ilustrasi kerusuhan. (STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Wamena di Kabupaten Jayapura, Papua, dibakar massa setelah unjuk rasa berujung kerusuhan terjadi pada Senin (23/9).

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Onisimus Reba mengatakan Kantor Rayon Wamena terbakar di bagian depan bangunan.

"Kami belum mendapat penjelasan secara lengkap terkait dengan pembakaran ini," katanya di Jayapura.


Menurut Onisimus, pihaknya telah berulang kali menghubungi petugas di Kantor Rayon Wamena namun hingga kini belum ada satupun yang menjawab.
"Nomor petugas kami tidak aktif sehingga tidak dapat mengetahui sejauh mana perkembangannya," ujarnya.

Dia mengatakan pembangkit listrik di Wamena hingga kini belum ada kabar lagi apakah terdampak atau tidak.

Unjuk rasa di Wamena berujung rusuh dimana sejumlah perkantoran, fasilitas publik, pertokoan dan kendaraan bermotor dibakar massa. Kerusuhan tersebut melibatkan sejumlah siswa di Kota Wamena. Bahkan Kantor Bupati Jayawijaya dibakar.

Situasi Kota Jayapura juga ikut memanas. Sebagian sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di kota itu memulangkan siswa lebih awal pada Senin pagi karena ada demonstrasi mahasiswa.
Unjuk rasa berujung rusuh itu diduga karena dipicu perkataan bernada rasial oleh seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Siswa marah dan kabar itu meluas hingga memicu unjuk rasa.

Kantor PLN Wamena Dibakar dalam Aksi Berujung Rusuh di PapuaMassa aksi di Sorong, Papua Barat, Rabu, 21 Agustus 2019. (dok.istimewa)
Gubernur Soroti Pengganggu Stabilitas

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta kegiatan yang mengganggu stabilitas keamanan harus segera dihentikan.

"Saudara hentikan seluruh kegiatan yang berbau kejahatan, jika mau sekolah, kembali ke tempat studi kalau daerah itu dianggap aman," katanya di Jayapura.

Lukas membenarkan telah terjadi gangguan, baik di Kabupaten Jayawijaya maupun Kota Jayapura sehingga mengakibatkan bentrok.

"Mahasiswa yang eksodus dari kota studi menduduki Universitas Cenderawasih (Uncen) lalu diamankan polisi, tapi ketika pulang terjadi bentrok dengan anggota TNI/Polri di wilayah Expo Waena," ujarnya.
Lukas mengatakan berdasarkan informasi di lapangan, terdapat korban meninggal dari pihak TNI dan empat orang terluka. Sementara dari pihak masyarakat juga terdapat korban, namun pihaknya belum mengetahui jumlahnya, begitu pun yang luka-luka.

"Hentikan semua kegiatan yang bersifat berbau kejahatan dan ketertiban masyarakat Papua," ujarnya.

Lukas juga mengatakan pemerintah menyiapkan transportasi bagi mahasiswa untuk kembali ke kota studi. Dia mengimbau agar mahasiswa yang datang ke Papua tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat setempat dengan jargon-jargon tertentu.

"Pasti aparat keamanan akan menindak tegas jika saudara mengganggu aktifitas pemerintah termasuk pembakaran maupun pemblokiran ruas jalan pemerintah sehingga diminta semua dihentikan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (Antara/pmg)