Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Onisimus Reba mengatakan Kantor Rayon Wamena terbakar di bagian depan bangunan.
"Kami belum mendapat penjelasan secara lengkap terkait dengan pembakaran ini," katanya di Jayapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan pembangkit listrik di Wamena hingga kini belum ada kabar lagi apakah terdampak atau tidak.
Situasi Kota Jayapura juga ikut memanas. Sebagian sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di kota itu memulangkan siswa lebih awal pada Senin pagi karena ada demonstrasi mahasiswa.
Massa aksi di Sorong, Papua Barat, Rabu, 21 Agustus 2019. (dok.istimewa) |
Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta kegiatan yang mengganggu stabilitas keamanan harus segera dihentikan.
"Saudara hentikan seluruh kegiatan yang berbau kejahatan, jika mau sekolah, kembali ke tempat studi kalau daerah itu dianggap aman," katanya di Jayapura.
Lukas membenarkan telah terjadi gangguan, baik di Kabupaten Jayawijaya maupun Kota Jayapura sehingga mengakibatkan bentrok.
"Mahasiswa yang eksodus dari kota studi menduduki Universitas Cenderawasih (Uncen) lalu diamankan polisi, tapi ketika pulang terjadi bentrok dengan anggota TNI/Polri di wilayah Expo Waena," ujarnya.
Lihat juga:Wamena Rusuh, Bandara Ditutup Sementara |
"Hentikan semua kegiatan yang bersifat berbau kejahatan dan ketertiban masyarakat Papua," ujarnya.
Lukas juga mengatakan pemerintah menyiapkan transportasi bagi mahasiswa untuk kembali ke kota studi. Dia mengimbau agar mahasiswa yang datang ke Papua tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat setempat dengan jargon-jargon tertentu.
"Pasti aparat keamanan akan menindak tegas jika saudara mengganggu aktifitas pemerintah termasuk pembakaran maupun pemblokiran ruas jalan pemerintah sehingga diminta semua dihentikan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (antara/pmg)
