Dalam agenda kegiatan, Herman Deru dijadwalkan bertemu Ketua Menteri Malaka Tuan Adly bin Zahan pada pukul 11.45 waktu Malaysia. Dia kemudian direncanakan meninjau Rumah di Taman Mini Malaysia dan ASEAN di Kota Anyer Keroh, Malaka hingga pukul 15.30 waktu setempat.
Merujuk dari pantauan konsentrasi PM10 di situs BMKG, pm10 di Palembang menyentuh 632,06 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00-08.00 dan masuk kategori berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, ada 18 jadwal penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badarddin II, Palembnag terpaksa ditunda lantaran asap yang begitu pekat.
Mengenai hal itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, kepergian gubernur ke Malaysia bukan dalam rangka kunjungan kerja, melainkan undangan. Menurutnya, perjalanan dinas dengan memenuhi undangan ke luar negeri adalah dua hal yang berbeda.
"Bukan ke luar negeri, undangan dari Melayu Raja Kelantan. Dalam agenda Paguyuban DMDI," ujar Mawardi singkat saat dikonfirmasi, Senin (23/9).
"Saya minta jangan meninggalkan tempat jika tidak melakukan perjalanan dalam hal yang sangat prinsip," ujar Herman, Senin (16/9).
Dia pun mengaku telah membatalkan 2 agenda ke luar negeri karena permasalahan karhutla di Sumsel tak kunjung selesai.
"Saya minta jangan meninggalkan tempat jika tidak melakukan perjalanan dalam hal yang sangat prinsip. Kalau aturannya memang harus bikin surat dulu kalau mau keluar. Cuma kita ini dipermudah bisa pakai telepon," ujar Herman, Senin (16/9).
Herman lalu meminta kepada seluruh bupati-wakil bupati dan walikota-wakil walikota untuk memantau daerah mereka masing-masing dengan seksama. Mengurangi potensi karhutla serta kabut asap sejak dini agar dampaknya tidak meluas serta membantu tim pemadaman yang bekerja di lapangan.
"Kalau ke luar daerah selama masih ada ancaman karhutla ini, anu lah, kalau bisa wakilkan, wakilkan saja. Saya kemarin menerima WTN saja diwakilkan kepala dinas. bukan enggak bangga, saya ini ingat asap," ujar dia.
"Saya ini ya, ke Rumania batal. Ke Korsel juga kayanya batal juga ini. Padahal duta besarnya minta data potensi daerah karena ditunggu pengusaha di Korsel. Saya batalkan juga karena ini bicara tanggung jawab. Saya bekerja karena tanggung jawab, bukan karena ancaman. Karena tanggung jawab," tambah Herman.
[Gambas:Video CNN] (idz/bmw)