Polisi Amankan 318 Orang dari Demonstrasi di Uncen Jayapura

Antara, CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 17:30 WIB
Polisi Amankan 318 Orang dari Demonstrasi di Uncen Jayapura Ilustrasi demo masyarakat Papua. 318 orang diamankan dalam aksi berujung ricuh di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 318 orang pedemo diamankan di Mako Brimob, Polda Papua usai aksi demo di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Senin (23/9). Aksi mahasiwa berujung anarkis menyebabkan satu prajurit TNI dilaporkan meninggal dunia.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja menyebut ratusan pendemo yang diamankan saat ini masih diperiksa secara intensif.

"Sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," kata Rudolf, dilansir dari Antara, Senin (23/9).


Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal sebelumnya mengatakan mengatakan insiden itu berawal saat pemulangan para pendemo yang ke arah kawasan expo, Waena.
Pemulangan para pedemo ke Expo Waena sesuai kesepakatan dengan Kapolres Kota Jayapura. Polisi membantu pemulangan mereka yang sebelumnya berada di halaman depan auditorium Universitas Cenderawasih. Pedemo diangkut dengan 15 truk.

Namun saat kendaraan yang mengangkut mereka berada di jembatan Waena, para pedemo minta diturunkan dari truk yang kemudian tiba-tiba menyerang anggota TNI yang sedang beristirahat.

"Enam anggota Brimob terluka dan satu anggota TNI AD meninggal setelah sempat dilarikan ke RS Bhayangkara," ujar dia.

Ahmad menyebut saat ini para korban luka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar aparat keamanan tak mengambil tindakan represif dalam menangani aksi unjuk rasa yang berujung rusuh di Wamena dan Jayapura, Papua, hari ini.

Amanat Presiden itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko usai mengikuti rapat terbatas yang digelar Jokowi bersama jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9).

Namun demikian, Moeldoko menyebut pemerintah seolah dipancing untuk melakukan pelanggaran berat. Hal tersebut, kata Moeldoko, agar isu Papua dibawa ke Majelis Sidang Umum PBB.
[Gambas:Video CNN]

(ain)