Kapolda Papua Irjen Rudolf Rodja membenarkan jumlah korban jiwa dari kalangan sipil. Namun kepolisian masih melakukan identifikasi terkait identitas ketiga orang tersebut.
"Betul (tiga masyarakat sipil tewas). Masih diidentifikasi," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 06.30 WIT mahasiswa Universitas Cendarawasih dan mahasiswa eksodus berkumpul dan meminta untuk didirikan posko penampungan di kampus tersebut.
Setelah itu, kata Kamal, mereka melakukan komunikasi dengan beberapa mahasiswa di sana. Namun saat itu terdapat empat mahasiswa yang melompati pagar dan berteriak Papua Merdeka.
Setelah itu, keempat mahasiswa itu diamankan ke polsek terdekat. Namun sejumlah mahasiswa di Uncen meminta supaya keempat orang yang diamankan itu dibebaskan.
Setibanya di sana, para mahasiswa justru melakukan penyerangan ke truk pertama yang berisi anggota TNI dan Brimob. Alhasil, satu anggota TNI pun tewas.
Selain itu, enam anggota Brimob alami luka-luka dan saat ini masih dirawat intensif di RS Bhayangkara.
"Dari peristiwa tersebut anggota kita luka-luka enam orang saat ini masih di RS Bhayangkara," tuturnya.
"Ada beberapa mahasiswa luka, beberapa mungkin 10 luka-luka, mungkin diantaranya meninggal, saya belum tahu juga," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (gst/ain)