Sebelumnya, semburan lumpur muncul di Perumahan Kutisari Indah Utara III, Surabaya, Jawa Timur. Dinas Lingkungan Hidup menyebut lumpur itu punya kandungan minyak dan gas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pengukuran yang dilakukan di lokasi semburan dengan alat gas monitoring kit, Agus mengatakan kadar SO2-nya mencapai 1.396,36 mikogram per meter kubik. Padahal, kata dia, batas normal SO2 adalah 900 mikrogram.
"Hasil pengecekan sementara tadi juga mengandung belerang, di sekitar situ," kata Agus.
Selain pengecekan SO2, DLH juga mengukur kadar Nitrogen Oksida (NO), ozon permukaan (O3), dan Karbon Monoksida (CO). Hasilnya, NO hasilnya 0,0 mikrogram per meter kubik, O3 hasilnya 67,86, serta CO-nya 2.165,1. Sementara temperaturnya tercatat 27,9 derajat Celcius.
Agus mengatakan pihaknya masih menunggu tim Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Jatim untuk turun ke lokasi hari ini.
Sebelumnya, sebuah semburan lumpur muncul mendadak di pekarangan rumah, di bilangan Perumahan Kutisari Indah Utara III, Surabaya, Jawa Timur. Meski tak terlalu tinggi, semburan lumpur tersebut beraroma gas.
Penghuni rumah, Setiawan (59), mengatakan bahwa mula kemunculan semburan tersebut terjadi, Senin (23/9) pukul 13.00 WIB. Ia mengaku semburan itu tak bisa dibendung. Jika ditutup di satu titik maka akan muncul semburan lain di titik lainnya.
(frd/arh)