Penetapan status KLB ini menyusul temuan seorang mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU) yang meninggal di RSUP H Adam Malik Medan akibat suspect difteri.
Lihat juga:Mewabah di Banten, Difteri Renggut 9 Nyawa |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Alwi, tim dinas kesehatan juga telah turun dan melakukan imunisasi terhadap orang-orang yang sempat berhubungan atau menjalin kontak dengan pasien suspect difteri itu. Setidaknya ada 290 orang mayoritas mahasiswa FK USU yang telah diberi tindakan Outbreak Response Immunization (ORI).
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Terpisah, Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Medan Rosario Dorothy Simanjuntak membenarkan Nurul sempat menjalani perawatan di RSUP Haji Adam Malik Medan. Namun, pasien meninggal pada Sabtu (21/9) dan jenazahnya sudah dipulangkan sore harinya.
"Pasien tersebut hanya dirawat satu malam. Masuk Jumat tanggal 20 September, meninggal tanggal 21 September subuh sekitar jam 2.30 WIB pagi dan sebelumnya telah di rawat di RS USU," pungkasnya.
Bila tidak ditangani, bakteri difteri bisa mengeluarkan racun yang dapat merusak sejumlah organ, seperti jantung, ginjal, atau otak.
Difteri tergolong penyakit menular berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa, namun bisa dicegah melalui imunisasi. Penyakit ini terakhir kali ditemukan di Sumut pada 2017.
(fnr/arh)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian