"Kami perlu pengkajian lebih dalam. Karena begini, tugas negara melindungi segenap bangsa dan warganya," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (24/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Panglima TNI itu memahami penyelesaian masalah di Papua tak bisa hanya menggunakan pendekatan keamanan. Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut mesti dilakukan dengan langkah-langkah yang menyeluruh.
Kerusuhan di Wamena, Papua, kemarin, menewaskan puluhan orang. (AP Photo) |
Moeldoko menyatakan pemerintah dan masyarakat sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Kota Jayapura, Papua.
Dalam kejadian itu setidaknya 23 masyarakat tewas saat rusuh di Wamena. Sementara itu, di Jayapura, dilaporkan 3 masyarakat meninggal. Selain itu seorang anggota TNI juga tewas dalam peristiwa itu.
Sejumlah pihak telah meminta pemerintah pusat menarik pasukan keamanan TNI dan Polri dari Papua. Salah satunya disampaikan Bupati Puncak, Papua, Willem Wandik meminta agar aparat keamanan menarik personelnya dari wilayah Puncak, Papua usai peristiwa kontak senjata, 19 September lalu.
Willem mengatakan permintaan penarikan pasukan itu perlu dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa di masyarakat.
Ilustrasi TNI-Polri. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra) |
Menurutnya, pemerintah, dalam hal ini TNI dan Polri, juga perlu menghindari pendekatan-pendekatan keamanan yang berpotensi menimbulkan kekerasan.
"Yang kedua, harus dihindari pendekatan-pendekatan yang bisa memakan jatuhnya korban seperti pendekatan-pendekatan kekerasan atau keamanan, pendekatan persuasif tetap harus diutamakan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/arh)
Kerusuhan di Wamena, Papua, kemarin, menewaskan puluhan orang. (
Ilustrasi TNI-Polri. (