"Saya perintahkan mundur, masuk jalan tol, kalau tidak, saya akan tindak tegas," kata Harry lewat pengeras suara di depan gerbang DPR/MPR.
Ia pun lantas memerintahkan pasukannya untuk menyisir sejumlah titik dan menangkap para pengunjuk rasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu orator mengajak kawan-kawannya yang lain untuk bergabung dan merapat ke depan Gedung DPR/MPR.
"Jangan sampai kita tercerai-berai kawan-kawan," terdengar seruan orator tersebut.
Peserta aksi kembali menyerukan sejumlah tuntutan ke anggota DPR dan pemerintah di antaranya penolakan terhadap pengesahan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).
"Hari ini kita menyuarakan, tolak UU KPK, tolak RKUHP, tolak RUU pertanahan," sambung orator itu lagi.
"Kendaraan taktis akan masuk ke jalan tol," ujar Kapolres Jakpus Kombes Harry Kurniawan.
Awalnya massa aksi mahasiswa menolak pengesahan RKUHP dan sejumlah RUU kontroversial lainnya sempat dipukul mundur dari depan gedung DPR/MPR oleh polisi sekitar pukul 16.20 WIB.
Aksi mahasiswa dan elemen gabungan yang terjadi di depan gedung DPR itu di antaranya menuntut penolakan atas pengesahan sejumlah RUU kontroversial seperti RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, revisi RUU KPK yang sudah disahkan jadi undang-undang, dan menuntut pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
Bukan hanya di Jakarta, aksi serupa juga terjadi di Bandung, Makassar, dan Semarang hari ini.