Dalam pelarian, napas mereka kian sesak menghirup bau gas air mata yang menusuk hidung. Termasuk Nunik (bukan nama sebenarnya).
Dia sempat terpisah dari rombongan karena kakinya sempat terkilir. Tubuhnya juga melemas karena seharian berunjuk rasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Massa Bakar Pos Polisi di Pejompongan |
"Tadi dia enggak tahu dibawa sama siapa, terus ketemu di BPK. Sempat istirahat, tapi kita sudah harus pulang karena kondisi mulai enggak kondusif," ucap Adit (bukan nama sebenarnya), teman sekampus Nunik yang meminta identitas mereka disamarkan.
Namun bantuan datang dari sekelompok anak berseragam SMP. Mereka memberikan balsem untuk mengobati kaki Mawar.
Kemudian anak-anak palang merah remaja (PMR) itu menyarankan para mahasiswa untuk berlindung di rumah warga, sembari mengobati temannya yang sedang sakit.
Nunik dibawa ke sebuah warung makan milik warga. Ia direbahkan di lantai. Aceng pun langsung memberinya segelas air hangat dan memijit kaki Mawar yang terkilir.
"Tadi saya lihat ada rame-rame terus samperin. Saya lihat ini langsung mau bantu, kebetulan bisa mijit," ujar Aceng.
"Saya Sunda juga soalnya," ucapnya sembari tertawa.
Dibonceng sepeda motor warga, Nunik pun dibawa ke rumah sakit. Rekan-rekannya menyusul dengan berjalan kaki.
"Kita melihat situasi dulu, sesuai arahan korlap juga. Kalau menginap juga bisa karena kayaknya sudah enggak ada bus malam gini ke Bandung," ucap Adit.
[Gambas:Video CNN] (dhf/osc)