`
Petrus menggugat perusahaan pelat merah itu karena ikan koi yang merupakan hewan peliharaannya mati akibat pemadaman listrik tersebut.
Dalam sidang putusan, Hakim Tunggal Zulkifli menolak menerima gugatan yang diajukan Petrus. Pasalnya dalam sidang tersebut hakim menilai PLN tidak melakukan perbuatan melawan hukum meskipun pemadaman listrik terjadi berjam-jam.
"Mengadili menyatakan gugatan penggugat ditolak seluruhnya," ujarnya di ruang sidang PN Jaksel, Jakarta, Rabu (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan saksi, gangguan itu terjadi karena dipicu pohon sengon di sekitar lokasi Ungaran. Akibat pohon tersebut, disebutkan sistem proteksi transmisi secara otomatis aktif. al tersebut membuat aliran listrik pada jaringan transmisi terhenti untuk menghindari terjadinya potensi situasi yang membahayakan kesela matan umum.
"Oleh karena itu penghentian sementara penyediaan tenaga listrik pada hari Minggu 4 Agustus tidak terdapat hal perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat," ucapnya kemudian.
Gugatan Petrus terdaftar dengan nomor 09/Pdt.GS/2019/PN.JKT.SEL. Dalam petitumnya, Petrus ingin pengadilan mengabulkan gugatan untuk seluruhnya, menyatakan tergugat (PLN) telah melakukan perbuatan melawan hukum, dan menghukum tergugat membayar biaya perkara hukum.
Petrus menuntut tergugat membayar Rp9.200.000 lantaran ikan koi miliknya yang mati karena mati listrik tersebut.