Polisi juga sesekali melontarkan tembakan gas air mata ke arah massa.
Polisi juga menambahkan kekuatan personel untuk mengamankan area belakang Gedung DPR. Hal ini karena ratusan pelajar semakin beringas dengan terus melempari berbagai macam benda seperti batu dan botol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelajar yang baik adalah pelajar yang tidak melakukan pelemparan-pelemparan. Di depan adik-adik ini banyak masyarakat yang usianya lebih tua dari adik-adik semua yang dihormati sebagai orang tua dan kakak," ujar polisi lewat pengeras suara.
"Banyak orang-orang yang berusaha menyusupi dan melakukan provokasi. Adik-adik, banyak masyarakat di sekitar sini yang masih bekerja," ujar polisi.
Diduga para pelajar yang berbuat ricuh ini merupakan pelajar yang siang tadi sempat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR. Namun dari segi jumlah lebih banyak dari yang berdemonstrasi siang tadi.
Pantauan CNNIndonesia.com, ada puluhan pelajar yang tiba sejak pukul 09.45 WIB. Diketahui kebanyakan mereka berasal Bogor, Jawa Barat, Tanjung Priok, Jakarta, hingga Tangerang. Mereka rata-rata masih memakai seragam putih abu-abu, putih biru, dan pramuka.
Saat unjuk rasa di depan Gedung DPR, mereka sempat diamankan dan didata polisi. Ketika ditanya, banyak dari mereka yang hanya ikut-ikutan demonstrasi ke Jakarta. Bahkan mereka juga tidak tahu apa itu RKUHP yang mereka protes. (mts/asa)