Hal itu diungkapkan seorang warga, Rahmawati Winarni, kepada CNNIndonesia.com tak lama setelah gempa terjadi. Rahmawati saat gempa terjadi sedang berada di kantornya di Jalan Pattimura, Kota Ambon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Listrik yang mati membuat lampu pengatur lalu lintas tidak berfungsi. Namun, Rahmawati mengatakan sekarang lalu lintas di Jalan Pattimura telah kembali normal.
Kerusakan akibat gempa Ambon, Kamis (26/9). (Foto: Dok. BNPB) |
"Tapi kalau di gedung perkantoran yang tinggi, kabarnya ada kerusakan. Atap terbongkar, retak. Tapi saya belum memastikan," kata dia.
Sebelumnya, Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dengan magnitudo 6,8 terjadi di sebelah Timur Laut Kota Ambon, Maluku, Kamis (26/9) pukul 08.46 WIB.
"Kedalaman 10 Km, tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan BMKG.
Gempa ini dirasakan dengan skala MMI V di Ambon, skala MMI V di Kairatu, MMI II-III di Paso, dan II di Banda. (wis/tim)
Kerusakan akibat gempa Ambon, Kamis (26/9). (Foto: Dok. BNPB)