Informasi tersbut mulanya diunggah melalui twitter @TMCPoldaMetro menyebut lima ambulans diamankan di Pejompongan karena diduga membawa batu serta bensin. Hal itu kemudian diklarifikasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.
Dia menyatakan bahwa mobil ambulans yang dimaksud tidak membawa batu mau pun bensin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, lanjut Argo, perusuh yang melakukan aksi pelemparan itu mencari perlindungan dengan masuk ke dalam mobil ambulans.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Para perusuh itu yang kemudian memanfaatkan mobil ambulans untuk berlindung.
"Jadi anggapan dari Brimob ini diduga mobil yang digunakan untuk perusuh, tapi bukan," ujarnya.
Salah satu mobil ambulans yang terpakir di Mapolda Metro Jaya (CNN Indonesiaa/Patricia Diah Ayu) |
Namun, saat ini, cuitan di Twitter diduga sudah dihapus. Sedangkan unggahan di akun Instagram masih bisa diakses.
Ambulans itu diketahui diamankan lantaran kedapatan mengangkut batu dan bensin di Gardu Tol Pejompongan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Bensin yang ada di dalamnya diduga bakal digunakan untuk membuat bom molotov.
Enam mobil ambulans yang diamankan di antaranya lima ambulans milik PMI dan satu milik Pemprov DKI Jakarta.
Sementara itu, pantauan CNNIndonesia.com, ada 8 mobil ambulans yang diparkir di lingkungan Mapolda Metro Jaya. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan.
[Gambas:Video CNN] (dis/bmw)
Salah satu mobil ambulans yang terpakir di Mapolda Metro Jaya (CNN Indonesiaa/Patricia Diah Ayu)