Selain Randi, satu mahasiswa lainnya, yakni mahasiswa Fakultas Teknik UHO Kendari bernama La Ode Yusuf Kardawi kritis dalam demonstrasi ricuh tersebut.
Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Harry Goldenhardt mengatakan Rendy ditemukan tergeletak dalam radius satu kilometer dari Gedung DPRD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, kata Golden, aksi yang berlangsung pukul 11.00 WITA itu berjalan damai. Aksi yang diikuti sekitar 2 ribu orang itu dilakukan dengan orasi dari mahasiswa dan telah ditemui oleh Ketua DPRD Provinsi Sultra.
Pada pukul 16.00 WITA polisi mendapat informasi jatuh korban tewas bernama Randi dan satu kritis, serta dua mahasiswa lainnya luka-luka.
Keterangan itu bertolak belakang dengan pantauan jurnalis Transmedia, Zainal Ishaq mengatakan korban berdiri di perempatan Jalan Made Sabara dan Abdullah Silambae, sekitar 200 meter dari Gedung DPRD Sultra.
Posisi Randi berada di dekat kantor Bulog, tak jauh dari Gedung DPRD Sultra. Saat itu barisan mahasiswa memang memadati area sekitar Gedung DPRD. Rekan korban menceritakan Randi tiba-tiba roboh.
"Ketika Randi sedang berkumpul bersama rekan-rekannya tiba-tiba saja jatuh," kata Zainal kepada CNN Indonesia TV.
Danrem 143 Haluoleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto membenarkan terkait meninggalnya Randi. Ia mengatakan, Randi sempat dibawa rekan-rekannya ke RS Korem yang berada tak jauh dari lokasi demonstrasi. Namun, sambung Yustinus, Randi dinyatakan telah tak bernyawa saat dibawa ke rumah sakit. Jasad Randi kemudian dipindahkan ke RSUD Abunawas, Kota Kendari.
Yustinus mengatakan terdapat luka di bagian dada sebelah kanan. Namun dia tak bisa memastikan penyebab luka tersebut.
"Saya lihat langsung ke sana ada luka di bagian dada sebelah kanan," kata Yustinus kepada CNN Indonesia TV.
"Apakah itu luka tembak atau luka tusuk, kami belum bisa pastikan. Kami tunggu hasil otopsi Rumah Sakit Abu Nawas," tambahnya.
[Gambas:Video CNN] (gst/osc)