Korban meninggal tertinggi teridentifikasi berada di Kabupaten Maluku Tengah sejumlah 10 orang, di Kota Ambon berjumlah 7 orang dan Seram Bagian Barat 2 orang. Sebelumnya BNPB menginformasikan jumlah korban meninggal sebanyak 23 orang. Kesalahan terjadi saat identifikasi nama korban yang sebetulnya merujuk pada korban meninggal yang sama.
"Total meninggal dunia jadi 19 korban," ungkap BNPB melalui keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerugian materi sebanyak 59 bangunan rusak berat, 45 rusak sedang dan 67 rusak ringan," tulis BNPB.
Untuk itu, BNPB mengaku sejumlah kebutuhan pokok masih dibutuhkan untuk para pengungsi, baik itu pangan dan non pangan. Untuk kebutuhan pangan dibutuhkan makanan bayi sebanyak 120 paket, makanan dan minuman 20 ribu paket, obat-obatan serta makanan siap saji.
Untuk kebutuhan non pangan, yang dibutuhkan yaitu terpal sebanyak 30 ribu lembar, tenda keluarga sebanyak 20 buah, selimut 20 ribu lembar, matras 5 ribu lembar, tikar 10 ribu lembar, alat penerangan 20 ribu buah, popok bayi, pembalut wanita, tandon air serta fasilitas mandi, cucu, kakus (MCK).
"Juga dibutuhkan pendekatan trauma healing bagi pengungsi anak dan remaja," demikian BNPB.
[Gambas:Video CNN] (fey/dal)