"Autopsi berlangsung di RSUD Kota Kendari pukul dua dini hari. Menurut dokter Raja Alfath (Widya Iswara) yang memimpin autopsi, terdapat dua luka di tubuh Randi," demikian dilaporkan Zainal Ishak, jurnalis Transmedia yang berada di Kendari, Jumat (27/9).
"Luka karena peluru yang mengenai ketiak kiri bagian bawah menembus hingga ke kanan. Peluru menyebabkan terjadi luka di paru-paru dan kantong jantung."
Sementara itu, autopsi juga menyatakan Muhammad Yusuf Qardawi (19) tewas karena mengalami pendarahan hebat akibat benturan benda tumpul di bagian kepala,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa sempat akan bertemu dengan anggota DPRD, tapi kemudian dibatalkan. Polisi pun kemudian menutup pagar dan beberapa kelompok mahasiswa berusaha mendobrak pintu masuk.
Polisi kemudian menghalau dengan tembakan gas air mata dan water cannon serta dibalas lemparan batu oleh mahasiswa.
Sementara Yusuf sempat menjalani operasi, tapi pada Jumat (27/9) meninggal dunia.
(vws)