Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Politik dan Pemerintahan PB HMI Galih mengatakan pigaknya berencana untuk membawa kurang lebih seribu massa HMI dari berbagai universitas di Jabodetabek dan Banten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya, HMI akan menyuarakan delapan tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR.
Pertama, meninjau kembali UU KPK, RUU KUHP, RUU Koperasi, dan RUU lainnya yang tidak pro terhadap kepentingan rakyat. Kedua, mengutuk tindakan represif aparat kepolisian yang tidak manusiawi, tendensius, dan memancing amarah rakyat.
Ketiga, mengutuk keras penembakan aktivis (demonstran) di Kota Kendari ketika aksi massa penolakan revisi UU KPK pada tanggal 26 September. Keempat, meminta agar aparat memberikan sanksi tegas dan mencabut Hak Guna Usaha (HGU) korporasi yang melakukan pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.
Kelima, mencopot Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dinilai tidak bertanggungjawab dan melakukan pembiaran terhadap pembakaran hutan dan lahan.
Kedelapan, melakukan audit terhadap Pertamina dan mencopot direktur utama pertamina Nicke Widyawati.
(mjo/arh)