Sebelum dinyatakan meninggal, Yusuf juga sempat menjalani operasi akibat pendarahan hebat yang dialaminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendarahan hebat yang dialami oleh Yusuf, kata Goldenhardt, karena luka tembak itu. "Iya karena luka tembak," tuturnya.
Meski demikian, peluru tersebut tidak ditemukan di luka tembak Yusuf. Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.
"Bagian kepala tidak ditemukan proyektil di kedua korban yang meninggal dunia (Yusuf dan Randi)," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Yusuf menjadi korban kedua dari elemen mahasiswa yang tewas dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sulsel, Kamis (26/9). Sebelumnya, Himawan Randi dikabarkan tewas dengan lubang di dada diduga akibat terjangan peluru.
Randi dan Yusuf merupakan mahasiswa Halu Oleo yang mengikuti aksi mahasiswa di Kendari menolak pengesahan RKUHP dan RUU kontroversial lainnya.
(gst/arh)