Dari tas yang mereka bawa, polisi menyita sejumlah bom molotov, obeng dan shockbreaker sepeda motor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para remaja tanggung ini mengaku hanya ikut-ikutan teman mereka untuk beraksi di depan gedung dewan.
Polisi mengaku mengamankan dua bom molotov. Bom tersebut dirakit dengan botol dan sumbu kain lengkap dengan bensin. Polisi menduga molotov itu akan digunakan saat aksi unjuk rasa berlangsung.
Saat ini, puluhan siswa yang diamankan tersebut telah diangkut ke Mako Brimob Polda Sumut di Jalan Wahid Hasyim, Medan, Sumatera Utara.
"Polisi akan tetap menahan dan meminta mereka untuk menghubungi orang tua masing-masing. Mereka hanya akan dilepas setelah dijemput pihak keluarga," jelasnya.