Kejadian berawal saat ribuan pelajar yang masih mengenakan seragam memadati lokasi unjuk rasa. Para pelajar yang ikut aksi mulai dari pelajar SMA, SMK, hingga SMP. Namun, tidak jelas apa yang menjadi tuntutan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka terus melempari polisi dengan batu. Bahkan mereka menyerang kerumunan polisi dengan petasan. Mereka juga melempari gedung DPRD Sumut hingga kaca bagian depan gedung pecah.
Kantor DPRD Medan yang tepat di samping gedung DPRD Sumut juga tak luput dari aksi para pelajar itu. Gerbang DPRD Medan hancur dibongkar pelajar. Mereka bahkan merangsek masuk ke dalam halaman gedung dewan. Pos sekuriti hancur berantakan dirusak.
Polisi yang sejak awal bertahan di halaman DPRD Sumut kemudian keluar menghalau pelajar dengan gas air mata. Mobil water canon juga dikerahkan.
Pelajar yang berada di jalan dan Lapangan Benteng kocar kacir. Mereka berhamburan ke arah Jalan Kapten Maulana Lubis. Kericuhan terjadi di sepanjang jalan itu. Segala sesuatu yang mereka jumpai, dirusak, dan dilempari.
Bentrokan hingga kini masih terus berlangsung. Para pelajar bertahan di Lapangan Merdeka. Sedangkan polisi berjaga di persimpangan Jalan Balai Kota.
(fnr/arh)