Lokasi unjuk rasa masih di sekitar kantor DPRD Sulsel dan fly over kawasan Jalan Urip Sumoharjo. Massa pengunjuk rasa bukan hanya yang berjas almamater berbagai warna tapi juga yang berpakaian biasa.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, kericuhan akhirnya pecah di tengah aksi menjelang Magrib. Khususnya yang ada di bawah fly over menuju arah Jalan AP Pettarani. Pengunjuk rasa dan aparat kepolisian saling balas lemparan batu dan tembakan gas air mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa menit kemudian, kericuhan berhenti. Sebagian mahasiswa berjas almamater hijau menggelar salat magrib dan dijaga kepolisian.
Berkali-kali keluar seruan dari mobil polisi melalui alat pengeras suara meminta warga untuk membubarkan diri namun diabaikan.
Akhirnya tembakan gas air mata pun kembali ditembakkan bertubi-tubi ke arah lorong Jalan Pampang. Tidak lama kemudian, kericuhan mulai mereda karena massa bubar.
Di dalam insiden ini, dua jurnalis jadi korban anak panah. Mereka adalah Erwin, jurnalis dari Kabarmakassar.com dan Rusdi dari Makassartoday.com.
Anak panah yang mengenai Erwin hanya menyerempet di topi sisi kanan. Sementara anak busur yang mengenai Rusdi cukup parah. Malam ini masih dirawat di RS Awal Bross.
"Kena dada kanan, kedalaman sekitar 2 cm. Dokter mengharuskan untuk opname untuk dipantau perkembangannya. Sementara ini tidak ada organ dalam tubuh yang terkena," tutur Rusdi. (svh/asa)