Meski demikian, baik orator maupun massa aksi tidak menjelaskan kebijakan yang diprotes oleh mereka.
Salah satu orator di atas mobil bertanya kepada massa aksi apakah Jokowi sudah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat selama memimpin sebagai presiden. Sontak, massa yang hadir kompak menjawab tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Susaaaaah," kompak massa.
Lihat juga:Anak di Bawah Umur Ikut Aksi Mujahid 212 |
Tak hanya itu, orator juga menilai Jokowi sudah banyak melakukan kriminalisasi terhadap masyarakat dan ulama selama menjabat lima tahun terakhir.
"Siap melawan? Kita lawan segala produk RUU yang tak jelas," kata orator.
Salah satu orator di atas mobil komando menyatakan pihaknya menolak RKUHP yang kini sedang digodok oleh DPR.
"Masa iya kita mau bersetubuh dengan istri kalau memaksa sedikit mau dihukum. Lawan enggak? Siap bela?" Kata orator. "Siaaap" kata massa.
Melihat berbagai persoalan itu, orator lantas bertanya kepada massa aksi apakah Jokowi harus mundur dari jabatannya sebagai presiden saat ini.
"Pak Jokowi kita minta minta terus atau mundur?" tanya orator. "Munduuur" kata massa dengan keras.
Menurut sang orator, harapan Jokowi untuk mundur tak hanya harapan para Mujahid 212 semata, melainkan harapan banyak masyarakat Indonesia.
"Ini bukan sekadar harapan, ini harapan semua masyarakat Indonesia suadara-saudara," kata dia.
Setelah itu, para massa akai lantas menyanyikan yel-yel yang berisikan Jokowi harus mundur dari jabatannya sebagai presiden
"Mundur, mundur, ada yang mundur... Ada yang mundur di bulan Oktober," sepenggal lirik yel-yel tersebut.
Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI dimulai pada Sabtu (28/9) pagi di Bundaran HI dan bergerak menuju Istana Negara. Dalam pantauan CNNIndonesia.com, jumlah massa aksi ratusan orang.
[Gambas:Video CNN]
(rzr/vws)