"20 korban dinyatakan meninggal dunia pascagempa bermagnitudo 6,5 yang terjadi di Ambon pada 26 September 2019 lalu," jelas Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangannya, Sabtu (28/9).
Sementara itu BPBD Provinsi Maluku juga mencatat sebanyak 152 orang yang terluka. Sementara itu sebanyak 25 ribu warga mengungsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rentetan Gempa Guncang Ambon Sepanjang Malam |
BNPB pun menyebutkan bahwa hingga saat ini terdapat berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan untuk para pengungsi maupun korban luka-luka, seperti tenda, terpal, makanan, minuman, obat-obatan, serta kebutuhan mendasar lainnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, merujuk pada aktivitas kegempaan, hingga hari ini Sabtu (28/9) pukul 11.00 WIT, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya ada 475 kali gempa susulan yang mana sebanyak 64 kali gempa dirasakan di Kairatu, Ambon V MMI, Masohi III MMI, dan Banda II MMI.
BMKG mengaku hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat, dan akurat kapan, di mana dan berapa kekuatannya.