Sekitar dua puluh orang jurnalis mulai mengitari Bundaran HI pada pukul 08.00 WIB. Mereka memulai aksi dari depan Pos Polisi Bundaran HI.
Beberapa orang di antaranya berjalan mundur sembari memukul kentungan bambu. Para wartawan juga membawa poster dengan penolakan kriminalisasi terhadap jurnalis dan aktivis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator aksi tersebut, Jackson Simanjuntak, mengatakan kriminalisasi terhadap Dandhy atas cuitan tentang Papua sebagai bentuk kemunduran demokrasi. Aksi jalan mundur sebagai bentuk protes terhadap hal tersebut.
"Kita menilai sebagai bentuk teror kita mendesak kepolisian untuk menghentikan semua teror dan kriminalisasi terhadap jurnalis," tegas dia.
Sebelumnya, jurnalis Watchdoc dan sutradara "Sexy Killers" Dandhy Dwi Laksono ditangkap Polda Metro Jaya di rumahnya, Kamis (26/9) malam. Ia dituduh menebar ujaran kebencian lewat cuitan di Twitter terkait Papua. Meski sudah dipulangkan, Dandhy ditetapkan tersangka. (dhf/age)