"Mendukung proses demokrasi dan turut melawan berbagai bentuk penindasan adalah tugas utama kaum terpelajar. Karena itu, melihat betapa bermasalahnya negara ini diurus, kami mendukung aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya beberapa hari belakangan ini di berbagai kota di Indonesia," tulis Justito Adiprasetio anggota Aliansi Akademisi Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (29/9).
Surat pernyataan ini ditandatangani para dosen dan peneliti dari berbagai instansi. Beberapa nama di antaranya adalah Andreas Harsono (peneliti independen), Wisnu Prasetya Utomo (peneliti independen), Seno Gumira Ajidarma (peneliti independen), Roy Thaniago (peneliti independen), Kunto Adi Wibowo (Universitas Padjadjaran), Muhamad Heychael (Dosen UMN), dan Rara Sekar Larasati (peneliti independen).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aliansi mengajak seluruh akademisi agar mendayagunakan keahliannya untuk mendukung perjuangan mahasiswa. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap tujuh tuntutan mahasiswa yang asli.
Pertama, menolak RKUHP, RUU Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU KKS. Tuntutan lain, mendesak pembatalan RUU KPK dan RUU SDA.
Ketiga, menolak TNI & POLRI menempati jabatan sipil. Keempat, setop militerisme di Papua dan daerah lain, bebaskan tahanan politik.
Kelima, hentikan kriminalisasi aktivis. Keenam hentikan pembakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera yang dilakukan oleh korporasi, dan pidanakan korporasi pembakar hutan, serta cabut izinnya.
[Gambas:Video CNN]
Ketujuh, tuntaskan pelanggaran HAM, dan adili penjahat HAM, termasuk yang duduk di lingkaran kekuasaan.
"Panjang umur perjuangan!" tulis Aliansi di akhir pernyataan mereka.