"Iya betul," ucapnya, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Senin (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pihak yang diamankan, yakni AB, disebut sebagai dosen IPB. Ia ditangkap lantaran dituduh melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak.
Bom molotov. (Thinkstock/flas100) |
Badaruddin menyebut Sony belum lama menjadi bagian dari partai pimpinan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu, yakni baru saat Pemilu 2019.
Ia pun membantah keterlibatan partai maupun keluarga Cendana dalam kasus Sony. Lantaran itu, pihaknya tak memberi bantuan hukum.
"Partai Berkarya tidak ada sangkut paut dengan itu, apalagi ada juga yang tuding keluarga Cendana ikut bermain. Maaf, semua itu tidak benar. Justru kami lagi fokus urus internal partai dengan evaluasi menuju perbaikan," dia menambahkan.
Dalam pertemuan terakhirnya sebulan lalu, Badaruddin menilai sosok Sony tak menunjukkan tanda-tanda hendak melakukan perbuatan makar.
[Gambas:Video CNN]
"Dalam diskusi pertemuan kami beliau tidak ada tanda-tanda beliau mau makar. Justru sebaliknya, beliau memberi semangat cinta NKRI dan selalu berkarya. Orangnya baik," klaimnya.
"Positif thinking dulu ya, saya kira beliau mantan prajurit yang setia pada NKRI. Jangan sampai beliau dijebak," tambah dia.
Soal keanggotaan di partai, Badaruddin menilai tak perlu ada pemecatan pada Sony.
Mengutip dari situs jariungu.com, Sony Santoso (61) merupakan caleg Partai Berkarya dari Daerah Pemilihan Banten 2. Purnawirawan TNI AL yang berdomisili di Tangerang ini memiliki motivasi "Bersama Partai Berkarya sebagai Agen Perubahan dalam Pendidikan".
(bmw/arh)
Bom molotov. (