"Dari hasil pemeriksaan lima tersangka yang sudah ditetapkan di Polres Wamena, pelakunya sebagian besar bukan pelaku dari Wamena, tapi berbaur dengan pelaku luar Wamena," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mempelajari bahwa apa yang terjadi di Jawa maupun Papua tersebut itu semua adalah terkait satu sama lainnya yang dilakukan sedemikian rupa, didesain, direncanakan karena ada agenda internasional," ujar Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (24/9).
Warga memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat (27/9), untuk mengevakuasi diri pascakerusuhan. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra) |
"Insyaallah nanti para pengungsi yang sudah ditampung, ada di Polres Jayapura, ada di Kodim, kemudian di gereja dan masjid itu akan berangsur-angsur dikembalikan ke Wamena kalau kondisi psikologisnya cukup baik," jelas Dedi.
Dedi mengatakan sudah ada komunikasi langsung dari pihak Kepala Suku di Wamena, termasuk Kepala Suku Lembah Baliem, dengan pihak Polri dan TNI yang dapat menjamin keamanan di sana.
Saat ini aparat kepolisian setempat masih fokus melakukan proses rehabilitasi terhadap fasilitas-fasilitas yang rusak serta kepada korban-korban yang terdampak.
Pada kesempatan yang sama Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau mengatakan langkah utamanya dalam menangani dampak kerusuhan di Wamena adalah dengan membantu korban-korban yang terdampak.
[Gambas:Video CNN]
"Menampung dulu korban-korban, mulai dari yang sakit kemudian meninggal dunia dibantu. Kemudian yang mengungsi baik di Wamena atau yang di sekitar Jayapura akan kami tangani dulu bersama pemda dan stakeholder yang ada. Kemudian kita akan lakukan upaya rekonsiliasi dan rehabilitasi," tuturnya.
(fey/arh)
Warga memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat (27/9), untuk mengevakuasi diri pascakerusuhan. (