"Khususnya di [Polres] Jakarta Utara kemarin sudah merilis ada 36 orang yang diamankan terkait penyusupan dengan menggunakan seragam sekolah," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (1/10).
"Anak-anak tersebut isinya tato semua dan mereka dibayar bervariasi antara Rp20 ribu sampai Rp40 ribu," katanya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah dipersiapkan oleh mereka bom molotov dalam rangka menciptakan demo yang damai itu menjadi demo yang rusuh," ungkapnya.
Dari 649 orang yang ditangkap juga belum ada catatan rinci mengenai jumlah pelajar, mahasiswa maupun perusuh. Identitas mereka belum dirilis.
"Kita sudah sampaikan berulang kali kalau demo lebih dari jam 18.00 WIB ke atas sudah dapat dipastikan menjelma menjadi perusuh," ujarnya.
Dia menyatakan tindakan tegas dibutuhkan untuk menghadapi para perusuh. Tindakan tegas tersebut, menurut Dedi, untuk melokalisasi kerusuhan agar tidak meluas.
Dalam mengambil tindakan pengamanan, Dedi mengklaim aparat kepolisian sudah berusaha maksimal agar tidak menyerang masyarakat. Ia menambahkan aparat tidak boleh menghadapi pendemo dengan senjata tajam.
"Itu aja untuk menghadapi perusuh," tuturnya.
Dedi mengatakan polisi masih terus mendalami pelaku-pelaku kerusuhan yang sudah ditangkap.
[Gambas:Video CNN]
Pendalaman menyasar tak hanya aktor di lapangan, melainkan juga aktor di belakang layar. Dedi menegaskan polisi akan mencari tahu peran mereka, baik sebagai koordinator maupun pemberi dana.
"Ini kan bukan hanya aktor lapangan saja yang nanti didalami. Tapi second line di atasnya juga akan didalami perannya. Sebagai koordinator, kemudian sebagai pendana, menyiapkan bahan yang digunakan untuk kerusuhan. Itu akan didalami," jelas Dedi. (fey/wis)