Beberapa puluh meter dari pos mereka orasi ratusan mahasiswa digelar. Moncong toa pengeras suara mengarah ke halaman depan gedung DPR/MPR. Di dalam gedung itu para anggota dewan tengah dilantik.
Komandan memerintahkan pasukan berkemas. Mundur karena situasi terpantau relatif kondusif. Beda dengan situasi chaos yang terjadi beberapa hari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi lewat bau banget, nyengat. Tadi sempet ke situ juga, bau banget," ucap Cynthia, pejalan kaki yang melintas di pos tersebut.
Sejak awal minggu ini, kepolisian menjadikan tempat itu sebagai titik terakhir massa yang ingin mendekat ke gedung perwakilan rakyat.
[Gambas:Video CNN]
Selain berjaga, makan dan tidur, aparat juga membuang sampah di situ. Bahkan CNNIndonesia.com sempat beberapa kali melihat aparat yang membuang air kecil di semak-semak samping Kantor KLHK.
Tak ada fasilitas MCK yang disediakan di titik kerumunan tersebut. Jamban terdekat berada di dalam Kompleks Parlemen. Jaraknya 200 meter.
Orang lainnya yang sempat mampir ke tempat itu adalah Ruslan, pedagang roti keliling. Ia mendatangi pos tersebut untuk menjajakan jualannya sejak sore.
"Enggak enak banget, enggak tahu dari mana. Biasanya sih enggak," ucapnya sembari tersenyum.
Menjelang petang, pos tersebut sepi. Hanya kawat beduri, dan bau pesing yang menyengat. Demo hari itu berjalan damai. Tak ada bentrokan, tak ada hentakan ledakan senapan gas air mata.
(dhf/ain)