Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur membandingkan sikap polisi dalam menangani kasus tersebut dengan kasus mobil ambulans yang sempat dituding membawa batu dan bensin dalam aksi demo pekan lalu. Menurutnya, polisi telah bersikap diskriminatif dalam menangani dua kasus tersebut.
"Ini sangat berbahaya karena praktik penegakan hukum yang cherry picking dan diskriminatif," ujar Isnur saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi itu sebelumnya juga diunggah pegiat media sosial Denny Siregar melalui akunnya @dennysiregar7. Polisi pun kemudian mengakui keliru terkait informasi tersebut. Batu dan bensin itu ternyata dibawa oleh perusuh yang berlindung saat bentrok dengan Brimob dalam aksi demo.
"Kita lihat ada semacam perbedaan, yang ini serius cepat, yang ini enggak. Ini bisa menghilangkan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum oleh kepolisian," katanya.
Isnur menuturkan polisi mestinya juga menindak pengunggah informasi soal ambulans tersebut. Sebab, polisi sendiri telah mengakui bahwa informasi itu ternyata keliru.
"Harusnya polisi periksa itu, ditegur, termasuk admin (twitter) yang meng-upload berita tidak benar. Sanksinya harusnya lebih berat karena dilakukan aparat negara," ucap Isnur.
Sementara dalam kasus percakapan WA pelajar STM, kata Isnur, polisi juga tak secara gamblang menjelaskan pihak yang disangka.
Perbedaan sikap oleh kepolisian, menurut Isnur, sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Dalam berbagai kasus, polisi juga dinilai kerap menyikapi berbeda pada kasus-kasus yang ditangani.
Ia mencontohkan, penanganan kasus yang dilaporkan masyarakat biasanya tak ditangani serius oleh kepolisian. Sementara jika ada pihak perusahaan yang melapor, polisi akan memproses dengan cepat.
"Pengalaman kami di LBH kalau ada masyarakat melaporkan misalnya soal pembakaran posko warga enggak ada prosesnya. Susah sekali. Itu catatan besar untuk kepolisian karena mereka bersikap tidak profesional," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (psp/dal)