"Jangan terpengaruh berita bohong (Hoaks) isu untuk memecah bangsa kita," kata Herman dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10).
Herman menjelaskan kunjungan ini sekalian dilakukan untuk mengendalikan situasi keamanan di Papua agar kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan baik. Karenanya Ia meminta kepada masyarakat bisa mempercayakan kasus yang dihadapi Papua kepada pemerintah. Pada akhirnya Putra asli Papua itu juga berharap kepada masyarakat untuk turut menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Silas Papare, Marsekal Pertama (Marsma) Tri Bowo Budi Santoso mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada warga korban pengungsian akibat kejadian anarkis di Wamena.
"Dan mari kita sama-sama jaga kedamaian Papua ini, Papua untuk kita semua dan semua untuk kita," tegas Mansyur.
Sebelumnya, kerusuhan yang terjadi di Wamena pada Senin (23/9) menyebabkan 32 orang meninggal, 67 orang luka-luka dan raturan rumah, ruko, serta kantor pemerintahan dibakar dan dirusak massa, termasuk kendaraan roda empat dan roda dua.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengungkapkan setidaknya 3.000 penduduk Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, masih mengungsi ke Jayapura dampak kerusuhan di wilayah mereka.
Titik-titik penampungan yang dipakai untuk mengungsi di Jayapura antara lain adalah gedung Mapolres, Komando Distrik Militer, dan beberapa rumah ibadah setempat.
[Gambas:Video CNN] (dis/dal)