Kepolisian menyebut nama para pelajar akan dicatat sehingga begitu lulus sekolah tak dapat mendapatkan SKCK untuk melamar kerja.
"Tidak bisa urus SKCK kalau dia nanti sudah tamat, mengurus lamaran pekerjaan," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto di Medan, Rabu (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepada seluruh pelajar lebih baik baik-baik belajar, tidak perlu ikut aksi demo, karena kalian harapan bangsa ini di masa mendatang," ujar Irjen Agus lagi
"Saya ucapkan terima kasih kepada warga Sumut ikut menciptakan suasana kondusif sampai saat ini," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Pada aksi unjuk rasa terakhir di depan Gedung DPRD Sumut, polisi mengamankan mahasiswa bersama ribuan pelajar diamankan polisi karena berbuat anarkistis. Polisi menyebut sebagian pelajar kedapatan membawa senjata tajam dan bom molotov.
Fenomena pelajar ikut demo berkaitan dengan gelombang protes atas revisi UU KPK dan penolakan RKUHP yang digelorakan mahasiswa dan masyarakat sipil lain. Aksi tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.
"Saya tak pernah menggariskan pencabutan KJP. Yang harus adalah pembinaan lebih jauh, orang tua dipanggil, anak dipanggil, diajak diskusi. Jadi mereka didik lebih jauh," kata Anies saat ditemui di kantor Administrasi Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (2/10).